Tag: Indonesia

  • Dukung Two-State Solution, BKSAP Tegaskan Dukungan untuk Palestina Harus Realistis dan Strategis

    Dukung Two-State Solution, BKSAP Tegaskan Dukungan untuk Palestina Harus Realistis dan Strategis

     Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, menegaskan komitmen kuat DPR RI dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional. Namun, ia juga menekankan bahwa perjuangan tersebut harus ditempuh dengan pendekatan yang realistis dan strategis, mengingat kompleksitas geopolitik global yang terus berkembang.

    Hal ini disampaikan Mardani dalam Konferensi Pemuda Indonesia untuk Gaza-Palestina di Gedung Merdeka, Bandung, Sabtu (12/7/2025), yang menjadi bagian dari peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). Acara ini melibatkan ratusan anak muda dari berbagai daerah untuk membangun solidaritas global terhadap Palestina.

    “Yang terlihat tadi, ketika kita angkat isu two-state solution, sekitar 70 persen menyatakan tidak setuju. Semangat mereka adalah menghapuskan Israel dan memerdekakan Palestina secara penuh,” ujar Mardani kepada tonggakhukum.com/ usai pertemuan. 

    Namun, ia mengingatkan bahwa perjuangan di panggung internasional membutuhkan kesabaran, kecerdasan diplomatik, dan pemahaman terhadap realitas global. “Kita tetap mendukung Palestina untuk merdeka, tapi kita juga harus melihat berbagai pertimbangan realitas global agar bisa menemukan jalan terbaik,” tegas Politisi Fraksi PKS itu.

    Sebagai garda depan diplomasi parlemen, BKSAP DPR RI terus mendorong penguatan posisi Indonesia di berbagai organisasi internasional dan memperluas jaringan solidaritas global untuk Palestina, dengan tetap menjunjung prinsip kemanusiaan dan keadilan internasional.

    Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Abdul Kadir Jailani turut mengingatkan bahwa solusi dua negara (two-state solution) muncul dari konteks historis dan tekanan diplomatik internasional pasca-konflik panjang di wilayah Palestina.

    “Saya memahami banyak yang menganggap two-state solution tidak adil, karena seluruh tanah itu diyakini milik Palestina. Tapi sejarah mencatat, pada tahun 1948, PBB mengeluarkan resolusi membagi dua wilayah tersebut untuk Yahudi dan Arab. Israel menerima, sedangkan negara-negara Arab saat itu menolak,” jelas Abdul Kadir.

    Menurutnya, pemahaman sejarah dan realitas politik dunia penting untuk membentuk strategi perjuangan yang efektif dan berjangka panjang.

  • Penambahan Anggaran BGN Rp118 Triliun Pemborosan Jika Hanya Soal Pengadaan Makanan

    Penambahan Anggaran BGN Rp118 Triliun Pemborosan Jika Hanya Soal Pengadaan Makanan

     Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menanggapi usulan tambahan anggaran sebesar Rp 118 triliun yang diajukan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2026. Dirinya menilai, tambahan anggaran program MBG akan menjadi pemborosan apabila sekedar untuk membagikan makanan gratis tanpa mengatasi masalah-masalah yang menjadi penyebab masyarakat kekurangan gizi. 

    “Program ini akan menjadi pemborosan terbesar jika hanya difokuskan pada pengadaan makanan tanpa menyentuh akar masalah yang selama ini menjadi penyebab krisis gizi,” kata Yahya melalui rilis yang disampaikan kepada tonggakhukum.com/, di Jakarta, Senin (14/7/2025). 

    “Seperti rendahnya edukasi gizi sejak usia dini, lemahnya akses terhadap pangan sehat dan terjangkau di daerah, serta minimnya literasi nutrisi di sekolah- sekolah,” sambung Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

    Seperti diketahui, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan pihaknya meminta tambahan anggaran sebesar Rp118 triliun untuk pagu anggaran 2026, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, di Gedung DPR, Kamis (10/7). Dadan mengatakan, berdasarkan surat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/BPPENAS bahwa pagu indikatif anggaran BGN pada tahun 2026 sebesar Rp217 triliun. 

    Sehingga, dengan rencana penambahan ini, total anggaran yang diminta BGN mencapai Rp 335 triliun. Menurut BGN, anggaran itu diperuntukan untuk menjalankan program MBG dengan target 82,9 juta penerima. 

    BGN mengatakan, kebutuhan anggaran MBG per bulan mencapai Rp25 triliun pada tahun depan. Ia pun menyebut soal permintaan tambahan anggaran yang diajukan BGN untuk program MBG akan dibahas lebih lanjut bersama Komisi IX DPR.

    “Tentunya akan kita bahas terlebih dulu, kita akan bedah secara mendalam sebelum mengambil keputusan. Ini menjadi salah satu fungsi penganggaran dan pengawasan DPR,” jelas Yahya.

    Jika pada akhirnya usulan tambahan anggaran yang diajukan BGN nantinya disetujui DPR, Yahya menilai ada sejumlah hal yang harus menjadi perhatian. Ia memandang, program MBG tidak boleh berhenti sebagai proyek distribusi makanan secara massal.

    “Tetapi juga harus menjadi tonggak awal reformasi menyeluruh terhadap sistem gizi nasional yang selama ini rapuh, fragmentaris, dan berorientasi jangka pendek,” paparnya.

    Yahya berpandangan, pendekatan konsumtif yang berbasis volume dan kejar target penerima harus mulai diimbangi dengan strategi transformatif berbasis keberlanjutan. “Program MBG adalah program mulia, namun anggaran yang besar harus diarahkan tidak hanya untuk memberi makan, tetapi untuk mengubah pola konsumsi, memperbaiki rantai pasok pangan lokal, dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi yang benar dan berimbang,” terang Yahya. 

    Pimpinan Komisi Kesehatan DPR itu juga menekankan pentingnya integrasi lintas sektor. Menurutnya, program MBG harus terhubung secara sistematis dengan penguatan pertanian lokal berbasis komunitas, agar pasokan bahan makanan tidak bergantung pada distributor besar atau logistik terpusat. 

    “Perlu pemberdayaan para ibu dan komunitas keluarga dalam menyusun pola konsumsi rumah tangga berbasis gizi. Kemudian, kolaborasi dengan sekolah, puskesmas, dan kader kesehatan sebagai garda terdepan dalam edukasi gizi,” sebutnya. 

    Selain itu, lanjut Yahya, diperlukan digitalisasi sistem pemantauan status gizi anak, agar program tidak hanya mencatat distribusi namun juga mencatat perubahan konkret pada kondisi gizi penerima.

    “Jika anggaran besar hanya disalurkan tanpa disertai reformasi sistemik, maka kita hanya mengulang pola bantuan pangan konvensional yang tidak menyelesaikan persoalan struktural,” terang Yahya.

    “Negara butuh keberanian untuk mengubah pendekatan dari ‘memberi makan’ menjadi ‘mendidik gizi’,” imbuh Politisi Fraksi Partai Golkar DPR itu. 

    Lebih lanjut, Yahya Zaini menegaskan perlunya pengawasan yang ketat dan berlapis terhadap pelaksanaan MBG. Hal ini guna memastikan alokasi anggaran digunakan secara efisien dan tepat sasaran. “Anggaran sebesar ini harus dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik. Bukan hanya audit oleh BPK, tetapi juga pelibatan masyarakat, akademisi, dan media dalam mengawasi jalannya program,” tegas Legislator dari Dapil Jawa Timur VIII itu. 

    “Ke depan, Komisi IX DPR akan terus mengawal agar MBG tidak menjadi kebijakan simbolik atau proyek jangka pendek menjelang tahun politik, melainkan menjadi kebijakan negara yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat, keadilan pangan, dan pembangunan manusia yang sehat secara berkelanjutan,” pungkasnya.

  • Rencana Prabowo Evakuasi Sementara Warga Palestina di Indonesia Harus 

    Rencana Prabowo Evakuasi Sementara Warga Palestina di Indonesia Harus 

    Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menegaskan bahwa keberpihakan Indonesia terhadap Palestina sudah menjadi sikap tegas sejak awal kemerdekaan. Ia menyatakan, pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto tetap konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina melawan kolonialisme.

    “Sejak zaman Bung Karno, sikap kita jelas pro-Palestina. Bahkan saat pelantikan Presiden Prabowo, komitmen itu kembali ditegaskan secara terbuka,” ujar Sugiat dalam audiensi dengan Perwakilan Persatuan Mahasiswa Palestina di Indonesia yang dilakukan di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/7/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, Sugiat menyampaikan dukungan Komisi XIII terhadap rencana kebijakan Presiden Prabowo untuk mengevakuasi sementara sekitar seribu warga Palestina yang menjadi korban perang, terutama anak-anak yatim, korban luka, dan mereka yang sakit. Ia meminta agar rencana ini segera dikonkretkan melalui koordinasi antar-kementerian.

    “Ini langkah kemanusiaan yang mendesak. Kami akan dorong agar pemerintah segera merealisasikan rencana evakuasi ini,” tegasnya.

    Komisi XIII juga akan mengawal dua permintaan tambahan dari para pelajar Palestina di Indonesia. Pertama, soal perpanjangan izin tinggal mahasiswa yang hampir habis, dan kedua, mendukung proses naturalisasi warga Palestina yang ingin menjadi WNI.

    “Silakan serahkan data 120 pelajar yang ada, termasuk siapa saja yang izin tinggalnya akan habis. Kami siap bantu urus ke Imigrasi,” ucap Sugiat.

    Dalam kesempatan yang sama, perwakilan pelajar Palestina menyampaikan apresiasi atas konsistensi sikap Indonesia yang terus membela Palestina di forum internasional maupun nasional. Mereka juga berharap agar evakuasi dapat segera dilakukan demi menyelamatkan warga yang hidup di bawah ancaman pembantaian.

    “Semua orang di sana bisa dikatakan sedang sakit. Mereka kehilangan tempat tinggal, fasilitas hidup, dan keamanan,” kata Raed Alrada salah satu perwakilan mahasiswa Palestina.

  • Peningkatan PNBP Harus Diiringi Pelayanan Pertanahan yang Transparan dan Efisien

    Peningkatan PNBP Harus Diiringi Pelayanan Pertanahan yang Transparan dan Efisien

    Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan bahwa peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor pertanahan harus berjalan seiring dengan perbaikan kualitas pelayanan publik yang lebih transparan dan efisien. Hal ini disampaikannya saat memimpin kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pengawasan PNBP Komisi II DPR RI di Kantor BPN Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/7/2025).

    “Kami ingin mendorong peningkatan PNBP tanpa mengurangi nilai pelayanan. Justru ketika pelayanan semakin baik, maka akan berdampak positif terhadap PNBP,” ujar Ahmad Heryawan yang akrab disapa Aher.

    Menurutnya, salah satu langkah penting dalam mendorong peningkatan PNBP adalah memastikan seluruh proses pelayanan pertanahan berjalan dengan jelas dan terbuka. Mulai dari kejelasan biaya, kejelasan waktu penyelesaian, hingga kejelasan proses birokrasi.

    “Ketika masyarakat datang ke kantor pertanahan membawa berkas lengkap, harus diketahui secara pasti berapa lama waktu penyelesaian dan berapa besar biayanya. Transparansi ini kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik dan mendorong penerimaan negara,” tegasnya.

    Aher juga menyoroti pentingnya menggali potensi PNBP dari sektor korporasi, khususnya terkait Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) yang memiliki luasan lahan besar. Ia menyebut bahwa luasan lahan berbanding lurus dengan potensi PNBP yang dapat dihimpun negara.

    Tak hanya itu, ia menekankan perlunya pembaruan regulasi yang mengatur tarif layanan pertanahan. “Regulasi yang ada saat ini sudah cukup lama. Perlu penyesuaian agar pembebanan biaya menjadi relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Tapi tentu, jangan sampai ada pembesaran biaya karena pungli atau praktik korupsi,” ujar Politisi Fraksi PKS ini.

    Lebih jauh, Aher menjelaskan bahwa meskipun kontribusi PNBP dari sektor pertanahan secara langsung tergolong kecil, dampaknya terhadap perekonomian bersifat sistemik. Pelayanan pertanahan yang lancar akan mendukung sektor perumahan, perizinan lahan industri, dan aktivitas ekonomi lainnya.

    “Kalau pelayanan pertanahan lancar, industri perumahan ikut lancar, industrialisasi berjalan, dan itu akan mendongkrak perekonomian. Pendapatan negara dari sektor pajak pun otomatis ikut meningkat. Jadi, dampaknya tidak langsung, tapi signifikan,” pungkasnya.

  • Komisi VIII Minta Perjelas Status Guru dan Kontrak P3K di Sekolah Rakyat

    Komisi VIII Minta Perjelas Status Guru dan Kontrak P3K di Sekolah Rakyat

    Sebuah inisiatif Kementerian Sosial untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama bernama Sekolah Rakyat. Namun demikian, Komisi VIII DPR RI menyoroti ketidakjelasan status tenaga pendidik dan kependidikan dalam program Sekolah Rakyat.

    Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil wawancara langsung di lapangan, calon kepala sekolah Sekolah Rakyat berasal dari ASN pemerintah daerah, namun belum ada kejelasan tertulis terkait penempatan mereka secara faktual di bawah kementerian pusat.

    “Meski disebut akan dipindah ke pusat, hingga saat ini mereka belum menerima SK tertulis. Padahal, hal ini melibatkan instansi negara lain seperti BKN dan KemenPAN-RB. Ini yang sejak awal sudah saya ingatkan kepada Kementerian Sosial,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI Haeny Relawati Rini Widyastuti dalam keterangannya kepada tonggakhukum.com/ usai kunjungan spesifik Komisi VIII DPR RI ke Bekasi, Jawa Barat (11/07/2025).

    Lebih lanjut, Ia menyoroti bahwa tenaga pendidik dan kependidikan di luar kepala sekolah ternyata berasal dari tenaga P3K, yang direkrut langsung oleh Kementerian Sosial. Ia mempertanyakan keberlanjutan status mereka mengingat belum ada kejelasan penganggaran jangka panjang di dalam RAPBN 2026.

    “Jika kontrak P3K dengan Kementerian Sosial hanya untuk satu tahun, bagaimana kelanjutannya? Apakah akan diperpanjang atau dialihkan? Ini penting untuk keberlangsungan Sekolah Rakyat,” tegasnya.

    Legislator dapil Jawa Timur IX, juga mengusulkan agar dalam sistem pendidikan berasrama seperti Sekolah Rakyat, dibutuhkan “pamong”, sebagaimana yang diterapkan di sekolah-sekolah seperti Taruna Nusantara. Menurutnya, Kementerian Sosial memiliki keunggulan dalam pengelolaan pamong karena pengalaman panjang dalam rehabilitasi sosial.

    “Kalau sekolah umum tak terbiasa dengan sistem asrama, Kementerian Sosial justru unggul. Mereka punya SDM dan pengalaman yang cukup, bahkan bisa memanfaatkan tenaga dari 27 UPT Sentra di seluruh Indonesia,” jelasnya.

    Ia juga mencatat bahwa desain fisik sekolah rakyat di Sentra Bekasi sudah 80 persen menyerupai blueprint Kementerian Sosial yang dirancang bersama Kementerian PUPR, yang artinya program ini bisa berjalan dengan lebih efisien secara anggaran dan tepat guna.

    Dalam kesempatan tersebut, Komisi VIII DPR RI juga menyinggung soal ketersediaan lahan sebagai tantangan terbesar dalam ekspansi Sekolah Rakyat ke seluruh kabupaten/kota seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo.

    Ia mendorong agar aset-aset milik pemerintah provinsi yang belum dimanfaatkan dapat dialihfungsikan untuk mendukung Sekolah Rakyat, mengingat pemerintah kabupaten/kota tidak lagi memiliki kewenangan atas pendidikan tingkat menengah atas ke atas.

    “Saya pernah sampaikan, daripada cari lahan baru, lebih baik kita manfaatkan aset provinsi yang idle. Pemerintah provinsi bisa membantu mempercepat realisasi program ini,” ujar politisi Fraksi Partai Golkar.

    Dengan berjalannya program sekolah rakyat ini, Haeny menekankan bahwa pengembangan Sekolah Rakyat tidak boleh hanya fokus pada target kuantitatif seperti jumlah sekolah atau siswa, melainkan juga harus memastikan kualitas manajemen, status hukum tenaga pengajar, dan kesiapan kurikulum.

    “Kalau kita mau mewujudkan cita-cita besar Presiden Prabowo melalui Sekolah Rakyat, maka tenaga pendidikan, kurikulum, dan tata kelola kelembagaan harus beres sejak awal,” pungkasnya. 

  • BKSAP Gelar Konferensi Pemuda Indonesia untuk Gaza-Palestina di Gedung Merdeka

    BKSAP Gelar Konferensi Pemuda Indonesia untuk Gaza-Palestina di Gedung Merdeka

    Dalam rangka memperingati 70 tahun Konferensi Asia Afrika, Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI bekerja sama dengan Yayasan Waqaf Masjid Salman ITB dan 162 organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) menyelenggarakan Konferensi Pemuda Indonesia untuk Gaza-Palestina di Gedung Merdeka, Bandung, Sabtu (12/7/2025).


    Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera, menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan bagian dari implementasi semangat Dasa Sila Bandung, serta sebagai bentuk tanggung jawab moral Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.


    “BKSAP DPR RI bekerja sama dengan Yayasan Waqaf Masjid Salman ITB dan 162 Ormas Pemuda mengadakan Konferensi Pemuda Indonesia untuk Gaza-Palestina sebagai bagian dari implementasi Dasa Sila Bandung dan untuk bayar hutang Palestina yang selalu mendukung kemerdekaan Indonesia. Sekarang, Indonesia akan terus memperjuangkan Palestina untuk merdeka,” ujar Mardani.


    Konferensi ini menjadi wadah diskusi antara para pakar, anggota parlemen, dan generasi muda dari seluruh Indonesia. Sebagai hasil dari konferensi tersebut, terpilih 7 rencana aksi konkret untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Rencana-rencana ini merupakan hasil penyaringan dari 117 proposal yang sebelumnya masuk dari berbagai daerah, lalu dikurasi melalui proses penjurian nasional.


    BKSAP DPR RI akan mempelajari lebih lanjut tujuh rencana aksi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat peran diplomasi parlemen dalam mendukung kemerdekaan Palestina di forum-forum internasional.


    Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat solidaritas antarbangsa yang lahir dari Konferensi Asia Afrika 70 tahun silam masih hidup dan terus diwariskan oleh generasi muda Indonesia.

  • Komisi VII Dorong Pembagunan Infrastruktur Dasar Kawasan Industri Subang

    Komisi VII Dorong Pembagunan Infrastruktur Dasar Kawasan Industri Subang

    Komisi VII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Kawasan Industri Subang, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menekankan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi penunjang aktivitas industri dan investasi.

    Ia menyoroti beberapa catatan yang masih menjadi hambatan, seperti aksesibilitas, sarana transportasi, serta minimnya fasilitas residensial bagi tenaga kerja. “Kami akan menindaklanjuti ini bersama komisi-komisi terkait. Kawasan industri seperti ini harus dilengkapi infrastruktur pendukung agar investasi bisa berjalan efektif dan menciptakan dampak ekonomi maksimal,” jelasnya kepada tonggakhukum.com/, Kamis (11/7/2025).

    Rahayu juga mendorong agar pembangunan dilakukan secara holistik dan berkelanjutan, termasuk dengan memperhatikan kebutuhan sosial dan lingkungan hidup. “Kami berharap kawasan ini menjadi ikon pertumbuhan baru di Jawa Barat dan Indonesia,” pungkasnya. 

  • Dede Yusuf Dorong Evaluasi NJOP dan Pelayanan Langsung untuk Optimalkan PNBP Pertanahan

    Dede Yusuf Dorong Evaluasi NJOP dan Pelayanan Langsung untuk Optimalkan PNBP Pertanahan

    Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mendorong upaya konkret untuk mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor pertanahan. Menurutnya, peningkatan pendapatan negara dari sektor ini harus diiringi dengan pelayanan publik yang lebih dekat kepada masyarakat dan evaluasi menyeluruh terhadap ketimpangan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

    Dede mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun, realisasi PNBP di Kabupaten Bandung baru mencapai sekitar Rp15 miliar dari target Rp25 miliar. “Masih ada sekitar Rp9 miliar yang belum terserap. Salah satu kendala utamanya adalah rendahnya minat masyarakat untuk mengurus sertifikat tanah atau membayar BPHTB, karena dianggap membebani,” jelasnya kepada tonggakhukum.com/ usai kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pengawasan PNBP Komisi II DPR RI di Kantor BPN Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/7/2025).

    Ia menyoroti perbedaan mencolok antara NJOP dengan harga pasar tanah di beberapa wilayah, terutama di daerah pengembangan seperti kawasan industri dan perumahan. “Saya temui NJOP hanya Rp140 ribu per meter, padahal harga pasarnya bisa mencapai Rp5 juta. Ini jelas menciptakan ketimpangan dan meminggirkan masyarakat lokal,” ujar Dede.

    Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berpotensi menciptakan gap sosial, tetapi juga menyebabkan pendapatan daerah dari BPHTB menjadi tidak maksimal. Karena itu, ia mendorong agar kebijakan penetapan NJOP ditinjau ulang agar lebih relevan dan berkeadilan.

    Lebih lanjut, Dede juga menyoroti keberadaan tanah milik pemerintah yang sudah lama ditempati masyarakat tanpa sertifikat, seperti di wilayah Baleendah. Ia mengusulkan skema Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang memungkinkan diterbitkannya Hak Guna Bangunan (HGB) di atas lahan negara.

    “Dengan status HGB, masyarakat memiliki kepastian hukum, bisa mengakses kredit, mengembangkan usaha, atau mewariskannya. Tapi lahan tetap milik negara,” tambah Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

    Selain pembenahan regulasi, Dede menekankan pentingnya pendekatan pelayanan langsung ke masyarakat. Ia menyadari bahwa meskipun pemerintah telah mendorong layanan digital seperti sertifikat elektronik, masih banyak warga di daerah yang belum terbiasa dengan teknologi tersebut.

    “Kuncinya adalah sosialisasi dan pelayanan jemput bola. Salah satunya melalui mobil layanan keliling seperti yang dilakukan oleh SIM dan SAMSAT. Ini penting karena tidak semua warga desa mau datang ke kota hanya untuk mengurus dokumen pertanahan,” tegas Dede.

    Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam biaya dan waktu pengurusan. “Informasi tentang biaya tetap dan durasi pengurusan harus jelas sejak awal. Ini untuk mencegah kebingungan masyarakat dan menghindari praktik percaloan,” tambahnya.

    Dede Yusuf berharap, dengan kombinasi antara perbaikan kebijakan, pendekatan pelayanan langsung, dan kejelasan informasi, PNBP sektor pertanahan dapat meningkat secara berkelanjutan dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. 

  • Komisi IV: Perpres 6/2025 dan Permentan 15/2025 Mudahkan Petani Akses Pupuk Subsidi

    Komisi IV: Perpres 6/2025 dan Permentan 15/2025 Mudahkan Petani Akses Pupuk Subsidi

    Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi menyoroti soal diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025, yang mengatur tentang tata kelola pupuk bersubsidi. Menurutnya, terbitnya dua beleid itu telah berdampak signifikan terhadap para petani dan juga pengecer dan distributor pupuk soal betapa mudahnya mereka menerima pupuk.

    Demikian disampaikannya kepada tonggakhukum.com/ usai meninjau kios pengecer, dan gudang distributor pupuk di Banyuasin, Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (11/07/2025).

    “Yang bersangkutan (petani dan distributor pupuk) mereka cukup puas ya dengan adanya keputusan Presiden Peraturan Presiden Perpres Nomor 6 Tahun 2025  dan Permen Nomor 15 Tahun 2025 yang untuk mengatur distribusi pupuk bersubsidi ini. Mereka dari pengecer merasa puas, dari distributor juga gitu. Jadi dropping pemesanan dan dropping dari pabrik pupuk ke distributor lancar, dari distributor ke pengecer juga lancar, pengecer ke petaninya Gapoktannya itu juga lancar, dan sekarang jadi menurut mereka petani lebih bergairah untuk bercocok tanam lagi untuk nanam padi lagi karena semuanya sudah terpenuhi dan ini tentunya lebih mempercepat swasembada kalau ini terjadi,” jelasnya.

    Diketahui bahwa Perpres ini menetapkan kerangka kebijakan umum, sementara Permentan menjabarkan aturan pelaksanaannya. Tujuannya adalah untuk memastikan penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat penerima. 


    Selain itu, saat ini sistem penyaluran pupuk bersubsidi lebih ringkas dan tidak rumit seperti sebelumnya, saat ini penyaluran pupuk subsidi melalui sistem online, sehingga pemanfaatannya juga terasa lebih memudahkan masyarakat.

    “Betul iya, tentunya memotong rantai (distribusi) yang kemarin berbelit-belit ya, ini bisa lebih singkat lagi, lebih cepat lagi dengan sistem online ini. Walaupun kebanyakan yang sepuh-sepuh mereka gaptek tapi kan mereka ada anak-anaknya, dan tadi ternyata kalau di daerah sini kebanyakan petani-petaninya adalah cucu-cucunya transmigran jaman waktu dulu, jadi mereka masih memiliki tanah dua hektar yang transmigran dulu, (lahannya) masih tidak mereka jual, dan kalau yang di daerah sini tidak untuk kelapa sawit tapi untuk ke sawah padi jadi lebih menguntungkan katanya,” tuturnya.

    Titiek, biasa ia disapa juga mengatakan bahwa dengan adanya peraturan baru dan sistem baru penyaluran subsidi pupuk, membuat para distributor dan pengecer pun tidak berani menjuL harga pupuk di atas harga eceran tertinggi (HET).

    “Harga jualnya juga disini kan tadi kita tanya apakah dijualnya diatas harga HET, tidak! mereka ga berani itu karena begitu mereka jual diatas harga HET nanti dihukum gajadi distributor lagi,” tandas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

    Terakhir, Titiek menilai dengan diperbaharuinya seluruh aturan dan sistem penyaluran pupuk bersubsidi semua pihak diuntungkan, mulai dari distributor pupuk, lalu ke pengecer hingga ke kelompok gapoktan yang ada.

    “Semuanya diuntungkan dan untuk di daerah sini, (Banyuasin) alhamdulillah tidak ada (distributor pupuk) yang nakal-nakal, tidak ada yang dioplos juga, karena mereka d isini langsung dari pabrik dan mereka hanya distributor ini hanya menjual pupuk-pupuk bersubsidi,” tutupnya.

    Perlu diketahui kedua aturan diatas, point pentingnya adalah Penyaluran pupuk bersubsidi yang kini mengedepankan prinsip 7T (tambah tepat penerima), Sistem e-RDKK menjadi acuan utama dalam menentukan penerima pupuk bersubsidi, Koperasi didorong perannya dalam distribusi pupuk, Pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi diperketat, dan Perpres dan Permentan ini bertujuan untuk memastikan pupuk bersubsidi tepat sasaran dan tersalurkan dengan baik kepada petani.

  • Cucun Buka Kejuaraan Dunia Panahan Berkuda Anak IHAA 2025: DPR Apresiasi Prestasi dan Perjuangan Mandiri Atlet Muda Indonesia

    Cucun Buka Kejuaraan Dunia Panahan Berkuda Anak IHAA 2025: DPR Apresiasi Prestasi dan Perjuangan Mandiri Atlet Muda Indonesia

    Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal secara resmi membuka ajang International Horseback Archery Alliance (IHAA) World Kids Championship 2025 yang digelar di Pondok Pesantren Milbos (Magfiroh Islamic Leadership Boarding School), Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/7/2025). 

    Kejuaraan panahan berkuda internasional untuk atlet usia di bawah 17 tahun ini diikuti oleh 33 peserta dari 12 negara, termasuk Indonesia, Perancis, Polandia, Kazakhstan, China, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, dan Australia.

    Dalam sambutannya, Cucun menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepercayaan dunia internasional yang telah memilih Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan dunia ini untuk pertama kalinya.

    “Ini adalah sebuah prestasi dan hasil perjuangan yang membanggakan bagi Indonesia. Atas kerja keras organisasi panahan berkuda di Indonesia, kita dipercaya oleh Federasi International Horseback Archery Alliance menjadi tuan rumah kejuaraan dunia IHAA World Kids Championship 2025,” ujarnya.

    Cucun mengapresiasi inisiatif dan kerja keras IHAA Indonesia yang berhasil menyelenggarakan event ini secara mandiri dan swadaya. Ia menyoroti absennya dukungan negara dalam perhelatan internasional ini, dan menyebut hal tersebut sebagai catatan penting.

    Lebih lanjut, Cucun memberikan penghargaan khusus kepada atlet-atlet muda Indonesia seperti Arsa Wening, Alun Najlus, dan Rayyan Abdul Karim yang telah mengharumkan nama bangsa melalui prestasi mereka di berbagai ajang panahan berkuda tingkat Asia dan Eropa.

    “Mereka berjuang secara mandiri mengibarkan Merah Putih sebagai juara di Asia, di Eropa, serta menjadi inspirasi anak-anak Indonesia dan dunia untuk mencintai olahraga panahan berkuda,” tambahnya.

    Cucun menegaskan bahwa DPR RI siap mendukung penuh setiap upaya pengembangan olahraga, termasuk panahan berkuda, karena olahraga memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

    “Olahraga bukan hanya meningkatkan kesehatan, tapi juga memperkuat semangat kebangsaan, disiplin, dan kerja sama. Ini investasi strategis untuk masa depan Indonesia yang sehat, dinamis, dan berdaya saing global,” ujarnya.

    Wakil Ketua Umum DPP PKB itu juga menekankan bahwa meskipun panahan berkuda belum menjadi cabang olahraga olimpiade, negara tetap harus hadir secara moral maupun material untuk mendorong kemajuan atlet muda di cabang olahraga tersebut.

    Di akhir pidatonya, Cucun membuka kejuaraan secara resmi dengan mengajak seluruh hadirin membaca Bismillahirrahmanirrahim, sebagai simbol harapan agar acara ini berjalan lancar dan memberi manfaat besar bagi kemajuan olahraga di Indonesia.

    “Acara International Horseback Archery Alliance World Kids Championship 2025 resmi saya buka. Selamat bertanding untuk seluruh atlet muda. Tunjukkan prestasi terbaik untuk Indonesia dan dunia,” pungkasnya.