Tag: DPR RI

  • Komisi I Tegaskan Pentingnya Jaga Persatuan dan Stabilitas Nasional

    Komisi I Tegaskan Pentingnya Jaga Persatuan dan Stabilitas Nasional

     Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan bahwa seluruh pihak harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika nasional yang berkembang. Hal tersebut disampaikan Utut dalam konferensi pers usai rapat kerja Komisi I bersama Wakil Menteri Pertahanan, Wakil Panglima TNI, serta para Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan Udara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2025).


    “Yang jelas, Komisi I sepakat bahwa kita harus menjaga betul persatuan dan kesatuan. Bapak Presiden, sebagaimana disampaikan di Batujajar, nafasnya adalah merangkul semua titik dan elemen bangsa. Beliau menginginkan kita ke depan maju tanpa saling menyalahkan,” ujar Utut.


    Selain membahas rencana kerja dan anggaran pertahanan Tahun 2026, Utut mengungkapkan Komisi I DPR RI bersama mitra kerja juga menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban jiwa wafatnya anggota masyarakat dalam peristiwa 28–31 Agustus 2025. “Kemarin tentu semua sudah terinformasikan, kita doakan mereka semua khusnul khotimah,” ucap Utut.


    Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan RI (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto menambahkan Pemerintah prihatin atas maraknya tindakan anarki dalam beberapa hari terakhir. Wamenhan menegaskan, Presiden telah memberikan arahan agar TNI dan Polri bertindak tegas dan terukur menjaga ketertiban.


    “Penyampaian aspirasi adalah hak rakyat, silahkan disampaikan ke DPR atau kementerian sesuai mekanisme. Namun jangan ditunggangi hingga menimbulkan tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum maupun mengancam keselamatan masyarakat,” tegas Wamenhan.


    Lebih lanjut, Wamenhan juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun kondusifitas nasional. “Jangan biarkan para penunggang yang akan membuat negara ini kacau. Jangan kita biarkan, jangan kita beri kesempatan,” seru Wamenhan.


    Pada kesempatan yang sama, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menegaskan bahwa TNI tetap tegak pada konstitusi dalam menjaga keamanan negara. Ia membantah isu yang berkembang di media sosial mengenai kemungkinan penerapan darurat militer. “Kalau ada anggapan seperti itu tentunya itu sangat salah jauh dari apa yang kita lakukan.  Kita taat konstitusi,” tandas Wakil Panglima TNI.

  • Yoyok Sudibyo Dorong Industri Nasional Mampu Bersaing di Pasar Global

    Yoyok Sudibyo Dorong Industri Nasional Mampu Bersaing di Pasar Global

     Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menegaskan pentingnya penguatan daya saing industri nasional agar Indonesia mampu bersaing di pasar global. Hal ini ia sampaikan usai kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, yang sekaligus menyaksikan pelepasan ekspor produk makanan ringan Indonesia ke Afrika.

    “Hari ini luar biasa, kita melihat langsung bagaimana produk snack yang biasa dijual di Indomaret dan Alfamart bisa diekspor hingga ke Afrika. Sepuluh kontainer tadi pagi dilepas, dan saya sangat bangga,” ujar Yoyok kepada tonggakhukum.com/ usai Kunjungan Spesifik di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/8/2025).

    Namun, Yoyok menyoroti sejumlah kendala yang masih membebani industri nasional, terutama terkait perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah yang sering berganti. “Contohnya, soal izin impor gula yang sangat menghambat industri besar seperti Oreo. Padahal, ribuan tenaga kerja menggantungkan hidup dari industri ini. Jangan sampai kebijakan yang berubah-ubah justru merugikan industri,” tegas Politisi Fraksi Partai NasDem ini.

    Menurutnya, keberadaan industri merupakan kunci pertumbuhan ekonomi. Dimana ada industri berkembang, di situ ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh. Karena itu, Komisi VII tengah mendorong pembentukan Panja Daya Saing Industri untuk mencari solusi konkret atas hambatan yang dihadapi pelaku usaha.

    “Panja daya saing ini harus segera direalisasikan agar bisa melahirkan kebijakan bahkan undang-undang yang mempercepat proses perizinan dan menyederhanakan aturan, sehingga kawasan industri bisa berkembang pesat,” jelasnya.

    Yoyok juga mengapresiasi kiprah Kawasan Industri Jababeka yang kini mampu menampung 1,3 juta pekerja. Ia menyebut hal itu sebagai bukti nyata visi besar pembangunan industri sejak puluhan tahun lalu.

    Selain itu, ia menilai potensi industri harus lebih diberdayakan untuk membantu pelaku usaha kecil di daerah. “Bayangkan kalau perusahaan-perusahaan besar ini bisa bermitra dengan koperasi, menyuplai produk ke pedagang kecil di kampung. Itu akan luar biasa, bahkan bisa menyaingi ritel modern,” tambahnya.

    Yoyok menegaskan bahwa pemerintah harus memberi dukungan penuh bagi keberlanjutan dan penguatan daya saing industri. “Industri adalah faktor utama pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Panja Daya Saing ini harganya harus segera terealisasi,” pungkasnya.

  • Komisi III Sampaikan Permohonan Maaf dan Minta Usut Tuntas Meninggalnya Driver Ojol

    Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas secara tragis dalam aksi demonstrasi yang berlangsung kemarin.

    “Saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf dan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum, kepada seluruh rekan pengemudi ojek online di seluruh Indonesia, serta seluruh masyarakat Indonesia” ujar Sari dalam keterangan yang dikutip tonggakhukum.com/, di Jakarta, Sabtu (30/8/2025).

    Sari menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi perhatian serius Kapolri. Sari mendukung agar Kapolri segera melakukan pengusutan secara menyeluruh, transparan, dan profesional, terutama terhadap anggota kepolisian yang terlibat dalam kejadian tersebut.

    “Ini bukan sekadar soal penegakan hukum, tetapi juga soal keadilan bagi almarhum dan keluarganya. Oleh karena itu, saya mendukung Kapolri untuk segera mengusut tuntas kejadian ini dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

    Selain itu, Sari berharap kepada Pemerintah untuk memberikan perhatian serius kepada keluarga yang ditinggalkan Alm. orang tuanya, adik-adiknya. Apalagi berdasarkan informasi yang ada, Alm. adalah tulang punggung keluarga.

    Terakhir, Sari mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menjaga situasi agar tetap kondusif. Sari juga mengajak masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada Kepolisian agar kasus ini dapat ditangani dengan seadil-adilnya. 

  • Puan: Gubernur DKI Harus Berikan KJP-KJMU Keluarga Almarhum Affan Sampai Tuntas

    Puan: Gubernur DKI Harus Berikan KJP-KJMU Keluarga Almarhum Affan Sampai Tuntas

    Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menyambangi kediaman Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dilindas kendaraan taktis (Rantis) Barakuda Brimob. Kedatangan Puan ke rumah korban untuk bertakziah dan menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban. 

    Dengan berbalut busana hitam, Puan menyusuri gang di kawasan Blora, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2025) siang. Suasana di rumah almarhum masih ramai dengan pelayat baik dari masyarakat umum maupun rekan sesama pengemudi ojol. 



    Dalam kesempatan itu, Puan juga memastikan bahwa keluarga korban akan mendapatkan bantuan, karena Affan diketahui merupakan salah satu tulang punggung keluarga. 

    “Saya juga menyampaikan kepada keluarganya, insyaallah kakak dan adiknya bisa dibantu sekolahnya, juga kami akan membantu kakak dan adiknya untuk bisa bekerja dan menyelesaikan sekolahnya,” sebut mantan Menko PMK tersebut.

    Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini pun meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk memberikan fasilitas seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada adik korban hingga lulus. 

    “Saya juga minta kepada Gubernur untuk kasih kartu KJP KJMU sampai selesai,” jelas Puan.

    Kehadiran Puan dilakukan tak berselang lama setelah kunjungan Anggota Fraksi PDIP DPR yang juga bertakziah ke rumah Affan. Beberapa yang hadir melayat ke rumah duka di antaranya seperti Wakil Ketua Komisi X DPR My Esti Wijayati, Anggota Komisi DPR Mercy Chriesty Barends dan Once Mekel, Anggota Komisi V DPR RI Adian Napitupulu, Anggota Komisi VII DPR Novita Hardini, dan Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriani Gantina. 

  • Puan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan: Jangan Kita Terpecah Belah

    Puan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan: Jangan Kita Terpecah Belah

    Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mengajak semua pihak untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di tengah suasana kebangsaan yang kurang kondusif akhir-akhir ini, baik di Jakarta dan daerah lainnya. Ia mengingatkan agar jangan sampai bangsa Indonesia terpecah belah. 

    Hal itu disampaikan Puan saat bertakziah ke kediaman Almarhum Affan Kurniawan di Blora, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2025).  Affan yang merupakan pengemudi ojek online itu meninggal dunia usai tertabrak kendaraan taktis (Rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa yang berujung ricuh pada Kamis (28/8) malam. 

    Puan pun meminta Kepolisian RI untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan menyelidiki tragedi ini dengan serius. “Dan kami tentu saja akan mengawal ini sampai selesai, dan jangan sampai insiden seperti ini terjadi kembali,” kata Puan.

    Puan juga mengimbau semua pihak baik masyarakat maupun aparat penegak hukum yang bertugas untuk menahan diri dan saling menjaga ketertiban selama aksi unjuk rasa yang berlangsung. 

    “Kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa bersama-sama. Jangan kita terpecah belah, jangan kita korbankan bangsa dan negara ini,” sebut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

    “Kita semua rakyat Indonesia, kita bantu bangsa ini bersama-sama bergotong-royong semuanya saling menahan diri. Mari kita bersihkan Indonesia,” imbuh Puan.

    Kehadiran Puan ke kediaman Almarhum Affan didampingi Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI Said Abdullah. Puan juga hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

    Saat tiba di rumah almarhum Affan, Puan langsung memeluk ibu korban yang menangis tersedu. Dalam suasana yang masih dibalut kesedihan, Puan secara langsung menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga dan kedua orang tua dari almarhum Affan Kurniawan. 

    “Assalamualaikum,” ucap Puan sembari memeluk ibu korban. 

    “Sabar ya, yang kuat,” tambah Puan yang kembali memeluk ibu Affan dan menggenggam tangannya. Puan juga menyalami adik korban. 

    Kepada korban, Puan berjanji memberikan bantuan pendidikan bagi adik korban. Ia juga akan memberi bantuan sebuah motor untuk ayah Affan yang juga bekerja sebagai driver ojek. 

  • Peringkat Daya Saing Industri Anjlok ke Posisi 40, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

    Peringkat Daya Saing Industri Anjlok ke Posisi 40, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

    Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyoroti berbagai tantangan yang menghambat kemajuan industri nasional, mulai dari masalah impor bahan baku hingga ketidakpastian kebijakan pemerintah. Menurut Novita, beberapa kendala ini berpotensi mengancam daya saing industri dalam negeri dan bahkan membuat peringkat daya saing Indonesia merosot tajam.


    Ditemui Parlementaria usai melakukan kunjungan kerja spesifik Panja Daya Saing Industri Komisi VII DPR RI ke CV Sinar Baja Electric, Novita menjelaskan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi oleh produsen pengeras suara terbesar di Indonesia ini adalah importasi bahan baku.


    “Ada beberapa bahan baku yang notabene sudah mampu diproduksi di dalam negeri, tapi ada beberapa bahan baku yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri,” ujarnya. Ia mencontohkan, bahan baku seperti tanah jarang (rare earth) dan beberapa bahan untuk kertas masih harus diimpor dari Kanada.


    Novita menambahkan bahwa harga barang impor yang fluktuatif akibat persaingan ekonomi global menjadi beban berat bagi perusahaan. “Harga barang impor ini sangat fluktuatif mengingat persaingan ekonomi global kita hari ini yang tentu dapat menekan margin dari perusahaan ini,” katanya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/8/2025).


    Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menekankan bahwa gabungan dari beberapa faktor, seperti harga impor yang fluktuatif, ketidakpastian pasar domestik, dan kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah, telah memberikan “hantaman besar” bagi industri nasional. Bahkan data terbaru menunjukkan bahwa peringkat daya saing industri Indonesia anjlok dari peringkat 13 menjadi 40. “Ini hantaman besar bagi pemerintah kita, bagi Republik Indonesia,” tegasnya.


    Untuk mengatasi kemerosotan ini, Novita mengusulkan tiga langkah penting yang harus segera dilakukan pemerintah. Pertama adalah fokus pada produk lokal. Novita menekankan pentingnya transparansi dalam pemilihan produk yang sudah terdaftar di e-katalog. “Kita harus benar-benar fokus, disiplin, berani untuk memilih produk lokal, kembali pada tujuannya,” katanya. 


    Kedua adalah insentif fiskal. Pemerintah dijelaskan Novita, harus memberikan insentif fiskal kepada industri, terutama yang berfokus pada produksi dalam negeri. “Kita harus memfasilitasi beberapa insentif-insentif fiskal kepada industri-industri, utamanya yang memang fokus pada produksi dalam negeri, mulai dari bahan baku hulu hingga ke hilirnya,” jelasnya.


    Ketiga adalah bantuan pemasaran. Ia berharap pemerintah dapat memfasilitasi pelaku usaha untuk bersaing di pasar domestik maupun global. Novita menyebut bahwa pemerintah wajib membantu pemasaran produk-produk industri lokal melalui acara-acara yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun ajang internasional.


    Terakhir, Legislator dapil Jawa Timur VII ini juga menekankan bahwa stabilitas regulasi adalah kunci utama dalam menjaga daya saing industri dalam negeri. “Yang paling penting, kebijakan regulasi yang tidak boleh berubah-ubah. Ini paling dibutuhkan oleh pelaku usaha industri kita,” pungkasnya.

  • Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Kapolri Harus Tindak Tegas Pelaku

    Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Kapolri Harus Tindak Tegas Pelaku

     Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan (20), seorang driver ojek online (Ojol) yang tewas setelah ditabrak dan dilindas mobil Rantis Brimob saat terjadi aksi unjuk rasa. Dia meminta para pelaku ditindak tegas.

    “Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya sahabat Affan Kurniawan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ungkap Abdullah dalam keterangan tertulis yang dikutip tonggakhukum.com/, di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

    Abdullah menegaskan bahwa insiden tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban. Ia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menindak tegas anggota Brimob yang menjadi pelaku.

    “Anggota polisi yang menabrak dan melindas almarhum Affan harus bertanggung jawab. Penegakan hukum harus berjalan transparan agar keluarga korban mendapat keadilan,” ujar Politisi Fraksi PKB ini.

    Ia juga mengingatkan kepolisian agar mengedepankan pendekatan humanis dalam mengamankan aksi demonstrasi. Menurutnya, tindakan represif hanya akan memperburuk suasana dan melukai kepercayaan publik.

    “Polisi harus melakukan pengamanan demo secara humanis dan tidak menggunakan kekerasan terhadap peserta aksi. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat,” tegasnya.

    Di sisi lain, Abdullah mengimbau masyarakat yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Ia meminta peserta aksi tidak melakukan tindakan anarkis maupun merusak fasilitas umum.

    “Demonstrasi adalah hak konstitusional, tapi harus dijalankan dengan tanggung jawab. Jangan sampai merugikan masyarakat luas,” kata legislator asal Dapil Jawa Tengah VI itu.

    Seperti diberitakan, driver ojol Affan Kurniawan meninggal dunia setelah ditabrak dan dilindas oleh mobil Rantis Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

    Affan Kurniawan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah dilindas mobil Rantis Brimob Polri, Namun nyawa Affan Kurniawan tak tertolong. Para driver ojol tidak terima dan menggeruduk Markas Brimob Kwitang. 

  • Gulam Mohamad Soroti Krisis Listrik di Perbatasan, Minta PLN Libatkan Swasta

    Gulam Mohamad Soroti Krisis Listrik di Perbatasan, Minta PLN Libatkan Swasta

    Anggota Komisi XII DPR RI Gulam Mohamad Sharon menyoroti kesenjangan akses listrik di wilayah perbatasan Indonesia, khususnya di daerah Badau, Antiko, dan Ketungau. Menurutnya, kondisi tersebut kontras dengan Malaysia yang justru mengalami kelebihan pasokan listrik

    “Saya kemarin ketemu teman di Malaysia, mereka kelebihan listrik. Tapi mirisnya, daerah perbatasan kita justru kesulitan mendapatkan listrik,” ujar Ghulam sebagaimana disampaikannya saat rapat Komisi XII DPR RI bersama PLN, di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8).

    Lebih lanjut, Legislator Dapil Kalimantan Barat tersebut mencontohkan masih ada desa di dapilnya yang hanya menikmati listrik selama tiga jam per hari, yakni pukul 18.00–21.00 WIB. Kondisi tersebut, tandasnya, menyulitkan masyarakat, terutama anak sekolah, untuk mendapatkan akses pendidikan dan internet.

    “Bagaimana masyarakat mau pintar kalau listrik hanya tiga jam sehari? Anak-anak juga sulit belajar dan mengakses internet,” tegas Politisi Fraksi Partai Nasdem itu.

    Terkait hal itu, Sharon meminta agar PLN tidak bekerja sendiri dalam melobi pihak Malaysia terkait pasokan listrik perbatasan. Ia menilai pihak swasta bisa lebih lincah dalam melakukan kerja sama. “Kalau PLN kesulitan, melibatkan pihak swasta bisa jadi solusi. Malaysia terang benderang, sementara Indonesia yang hanya berjarak 1–2 kilometer justru gelap,” tandas Sharon.

    Selain itu, Sharon juga mendorong Pertamina agar lebih fleksibel dalam mendukung upaya pemerataan energi nasional. Meski demikian, ia mengingatkan agar fleksibilitas tersebut tetap memperhatikan aspek hukum.

    “Kita wajib mendukung program Presiden tentang kemandirian energi. Tapi jangan sampai fleksibilitas justru menimbulkan masalah hukum di kemudian hari,” tuturnya.

    Menutup pernyataannya, Sharon menegaskan bahwa Komisi XII DPR RI akan terus mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Ia berharap akses listrik di perbatasan dapat segera diperbaiki sehingga masyarakat bisa menikmati manfaat pembangunan secara merata.

  • Gamal Soroti SDM hingga Efektivitas Program Kesehatan Gratis

    Gamal Soroti SDM hingga Efektivitas Program Kesehatan Gratis

    Pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dinilai masih memerlukan banyak perhatian agar lebih efektif. Kelengkapan layanan, kesiapan SDM kesehatan, dan tindak lanjut pemeriksaan disebut sebagai faktor kunci untuk memastikan tujuan program dapat tercapai.

    “Ada tiga poin yang saya highlight ya kepada kunjungan kali ini. Pertama, adalah soal bagaimana terkait dengan kelengkapan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan. Itu saya pikir jadi faktor krusial,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI, Gamal, saat kunjungan kerja spesifik Komisi IX ke Puskesmas Karawaci Baru, Kota Tangerang, Rabu (27/8/2025).

    Politisi Fraksi PKS ini mengakui saat ini item pemeriksaan sudah lebih lengkap dibanding awal pelaksanaan. Namun, ke depan kualitas layanan perlu terus ditingkatkan agar efektivitas skrining benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

    “Tentu sekarang ada peningkatan dari item yang dilakukan pemeriksaan, indikator-indikator yang dicek. Namun ke depan tetap saya pikir kita perlu meningkatkan kualitas pemeriksaan sehingga efektivitas skrining itu bisa meningkat,” lanjutnya.

    Gamal juga menyoroti persoalan keterbatasan SDM kesehatan. Menurutnya, ada potensi peningkatan beban kerja bertambahnya pasien BPJS dan PKG. Ia menilai hal ini berpotensi menurunkan intensitas upaya promotif dan preventif di masyarakat.

    “Ada satu kekhawatiran yang saya temukan terkait dengan peningkatan kunjungan pasien berobat melalui adanya BPJS hari ini yang semakin masif, lalu adanya program pemeriksaan kesehatan gratis yang tidak diikuti dengan penyiapan SDM yang memadai akan berdampak pada penurunan intensitas upaya promotif, preventif akibat workload atau beban kerja yang meningkat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya efektivitas tindak lanjut hasil pemeriksaan. Setiap temuan kesehatan dari PKG diharapkan tidak berhenti pada tahap skrining, melainkan segera ditangani dengan langkah promotif, kuratif, hingga rehabilitatif.

    “Lalu yang ketiga, adalah tentang efektivitas tindak lanjut. Jadi bagaimana pemeriksaan kesehatan gratis ini bisa ditindaklanjuti dengan baik, sehingga semua indikator-indikator yang menunjukan adanya gangguan ataupun penyakit di masyarakat bisa langsung mendapatkan upaya promotif termasuk kuratif dan rehabilitatif secara efektif,” tegasnya.

    Adapun dalam paparan Dinas Kesehatan Kota Tangerang, sejumlah jenis pemeriksaan PKG yang dilakukan antara lain tekanan darah, indeks massa tubuh, lingkar perut, aktivitas fisik, gula darah, risiko stroke, risiko jantung dengan EKG, hingga fungsi ginjal. Pemeriksaan dilakukan melalui self-assessment, pengukuran oleh tenaga kesehatan, serta pemeriksaan lanjutan di laboratorium dan EKG.

    Sebagai informasi, pemerintah melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menyiapkan anggaran Rp4,7 triliun untuk PKG sejak Februari 2025. Dana tersebut berasal dari kombinasi APBN sebesar Rp3,4 triliun dan APBD Rp1,3 triliun untuk melayani sekitar 220 juta warga Indonesia pada tahun pertama pelaksanaan.

  • Perpusnas Harus Modernisasi Layanan Guna Mengikuti Perkembangan Zaman

    Perpusnas Harus Modernisasi Layanan Guna Mengikuti Perkembangan Zaman

     Anggota Komisi X DPR RI Ratih Megasari Singkarru menilai saat ini perpustakaan belum menjadi bagian penting untuk mendukung mutu pendidikan. Padahal, dalam mendukung gerakan literasi sekolah, perpustakaan menjadi jantung untuk mengintegrasikan aktivitas literasi di sekolah dengan kurikulum dan pembelajaran.

    Menurutnya, perpustakaan mempunyai peran untuk meningkatkan literasi membaca siswa Indonesia yang dinilai masih rendah. Karena itu, keberadaan perpustakaan tidak boleh lagi sekadar ada dan dikelola seadanya. Perpustakaan harus menjadi investasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional dalam mendukung budaya literasi warga.

    “Mirisnya masih banyak perpustakaan di daerah yang sudah tidak layak, padahal perpuskaan merupakan gudang ilmu ditempat masing-masing,” tuturnya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X dengan Kepala Perpusnas RI di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

    Karena itu, ia mendorong Perpusnas berkolaborasi dengan Perpusda guna menyesuaikan kebutuhan zaman, Ratih juga mengusulkan sejumlah pembaruan, mulai dari penyediaan co-working space, modernisasi layanan, hingga pembaruan koleksi buku.

    “Dulu pelajar dan mahasiswa menjadikan perpustakaan sebagai tempat nongkrong, sebaliknya sekarang mereka tidak tertarik lagi karena kurangnya fasilitas dan modernisasi layanan,” tutur Politisi Fraksi Partai NasDem ini.

    Lebih lanjut, ia menyoroti anggaran Perpusnas yang mengalami efisiensi pada tahun 2025 menjadi sebesar Rp441,8 miliar dari total anggaran sebesar Rp 721,68 miliar. Menurutnya, hal ini berdampak dalam pelaksanaan kegiatan perpustakaan di daerah.

    “Anggaran yang ada sangat kurang, namun sebaiknya Perpusnas memaksimalkan anggaran yang ada dengan peningkatan literasi membaca dengan cara perbarui buku-buku yang memang sudah usang dengan mengikuti perkembangan zaman,”imbuhnya.